Minggu, 20 April 2014

Foto - Foto Kegiatan Santri Rumah Qur'an Indonesia dan Santri Pondok Pesantren Qur'an Kayuwalang






Jadwal Pemateri Seminar Keluarga Rumah Qur'an Indonesia


NO
BULAN
KETERANGAN
PEMATERI
1
30 Maret
Kiat mengahafal qur’an Bagi orang yang sibuk
Ibu Tuti Warsiti M.Pd
2
27 April
Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak di Usia Remaja
Dr Felicia & Bpk Andi S. MM
3
25 mei
Yang harus Diketahui Muslimah yang berkaitan dengan toharah
Ustadzah Lina Lc.
4
29 Juni
Mengajarkan  Si Kecil dalam Berpuasa
Ibu Siti Solehah
5
28 September
Menyatukan 2 Keluarga Besar dalam Bingkai Dakwah
Ibu Kokom
6
26 Oktober
Kemandirian  Ekonomi Bagi Muslimah
Ibu Euis Maemunah
7
30 November
Model Wanita dalam Al Qur’an
Ustadzah Nina Nurrohmah M.Ag
8
28 Desember
Menjadi Murrobiah
Ibu Evi Anita
 

Rumah Qur'an Indonesia: TAHSIN

Rumah Qur'an Indonesia: TAHSIN: Tahsin menurut bahasa berasal dari ‘hassana-yuhassinu’ yang artinya membaguskan. Kata ini sering digunakan sebagai sinonim dari kata tajwid ...

TAHSIN

Tahsin menurut bahasa berasal dari ‘hassana-yuhassinu’ yang artinya membaguskan. Kata ini sering digunakan sebagai sinonim dari kata tajwid yang berasal dari ‘jawwada-yujawwidu’ apabila ditinjau dari segi bahasa. Oleh karena itu, pendefinisian tahsin menurut istilah disamakan dengan pendefinisan tajwid. Dalam Buku Tahsin Tilawah 1 LKP TARQI, penulis menuliskan bahwa definisi tajwid menurut para ulama secara umum sebagai berikut : Tahsin atau tajwid adalah “mengeluarkan setiap huruf-huruf al Quran dari tempat keluarnya dengan memberikan hak dan mustahaknya.” Atau dengan kata lain menyempurnakan semua hal yang berkaitan dengan kesempurnaan pengucapan huruf-huruf al Quran dari aspek sifat-sifatnya yang senantiasa melekat padanya dan menyempurnakan pengucapan hukum hubungan antara satu huruf dengan yang lainnya seperti idzhar, idgham, ikhfa dan sebagainya. Urgensi Tahsin dalam Membaca Al Quran Pentingnya mencapai tahsin dalam membaca al Quran dapat diungkapkan melalui beberapa alasan sebagai berikut : 1. Perintah Allah swt. Eksistensi seseorang dalam keislamannya menuntut yang bersangkutan untuk melaksanakan segala kewajiban yang dibebankan oleh Islam itu sendiri demi kemaslahatan dirinya baik dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat yang merupakan bagian dari keyakinannya. Dasar semua pelaksanaan perbuatan itu adalah perintah yakni perintah Allah swt yang telah menetapkan Islam sebagai satu-satunya agama yang lurus dan diterima disisi-Nya. Itulah yang disebut dengan ibadah. Agar ibadah tersebut diterima pula di sisi-Nya maka, ibadah tersebut harus dilaksanakan dengan benar sesuai dengan tuntutan dan tuntunan-Nya. Menyempurnakan bacaan al Quran merupakan bagian dari sekian amal bernilai ibadah yang diperitahkan-Nya sebagaimana dalam QS. Al-Muzzammil : 4 dan QS. Al Baqarah : 121. 2. Refleksi keimanan Menurut QS. Al Baqarah : 121, pelaksanaan membaca al Quran dengan menerapkan prinsip ‘haqqa tilawah’ yakni membaca dengan sebenar-benar bacaan sebagaimana ketika ia diturunkan merupakan refleksi dari keimanan terhadap Kitab yang diturunkan oleh-Nya. Bahkan jika tidak melaksanakannya maka akan terancam dengan kerugian dan kebinasaan abadi di akhirat nanti. Dengan demikian semangat untuk mempelajari al Quran dan menyempurnakan bacaannya merupakan bukti kejujuran berimanan kepada kitab-Nya. 3. Bukti Tanda Kesyukuran Allah swt menjelaskan dalam QS. Al-Kahfi : 1, tentang dua nikmat terbesar yang telah diturunkan mendampingi kehidupan manusia yaitu diturunkannya Al Quran dan diutusnya Rasulullah saw. Surat tersebut diawali dengan lafazh ‘alhamdulillah’ untuk mengingatkannya. Lafazh tersebut telah dikenal sebagai ungkapan kesyukuran akan karunia dan nikmat terbesar dari Allah swt yang diturunkan kepada kehidupan manusia. Di dalam al Quran hanya ada 5 surat saja yang diawali dengan lafazh tersebut mengisyaratkan tentang nikmat Allah yang terbesar itu. Pada QS. Al Kahfi : 1, dengan demikian mengisyaratkan bahwa sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah swt dengan kedua nikmat tersebut, maka setiap muslim dituntut untuk senantiasa menjadikan dirinya agar semakin dengan dengan al Quran dengan cara yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah saw. 4. Membiasakan profesi Takwa Taqwa adalah target penghambaan setiap muslim kepada Rabbnya. Allah swt berfirman dalam QS. Al Baqarah : 21, yang artinya : Wahai manusia sembahlah Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa. Alasan setiap muslim untuk mencapai takwa adalah agar menjadi hamba yang diperhatikan oleh Allah swt di akhirat nanti (QS. 49 : 13), agar terhindar dari ancaman Allah swt (QS. 19 : 71-72) dan agar menjadi manusia yang pantas mendapatkan janji-Nya yaitu Surga Jannatunna’im (QS. 3: 133). Apabila diperhatikan pada QS. Ali Imran : 133, orang-orang yang bertakwa yang dijanjikan surga kepadanya disebut dengan ‘muttaqin’. Secara bahasa, kata tersebut merupakan sebutan pelaku yang mengindikasikan amal-amal yang dikandung oleh kata kerjanya telah menjadi kebiasaan atau profesi. Salah satu profesi takwa adalah berinteraksi dengan al Quran sebagaimanan diindikasikan melalui QS. Al Baqarah : 2. Ayat tersebut menegaskan tentang korelasi yang sangat kuat antara sifat muttaqin dengan ciri utamanya adalah persahabatan dengan al Quran yang diyakini kebenarannya tanpa ada keraguan sedikitpun. 5. Menghindarkan dari dari Kesalahan Dalam ilmu tajwid, kesalahan dalam membaca al Quran ada 2. Yaitu yang disebut dengan ‘Lahn Jaliyy’ dan ‘Lahn Khafiyy’. Lahn Jaliyy adalah kesalahan yang tergolong fatal jika dilakukan oleh pembaca al Quran bahkan kesengajaannya menjerumuskannya pada amaliah yang haram seperti tertukarnya huruf-huruf yang dibaca, baris atau harakat yang berubah karena kurangnya sikap kehati-hatian pembacanya. Sedangkan Lahn Khafiyy adalah kesalahan yang tergolong ringan seperti tidak menyempurnakan kaidah panjang sebagaimana yang diminta atau tidak menahan dengungan ‘ghunnah’ sebagaimana kaidahnya. Kesalahan ini walaupun tergolong ringan, tetapi telah mencemari keindahan al Quran dari segi bacaannya jika tidak diindahkan oleh para pembacanya. Dengan mempelajari tahsin al Quran, maka setiap pembaca telah membangun kepedulian untuk mengenali jenis-jenis kesalahan ini dan menghindarinya, maka selamatlah ia dari kesalahan tersebut. Oleh Ade Hanapi Abu Raudha, S.Pd.I

Jumat, 04 April 2014

Rumah Qur'an Indonesia: THARAH

Rumah Qur'an Indonesia: THARAH: THARAH A.      Arti Tharah Menurut bahasa : Tharah artinya suci atau bersih. Menurut istilah :  Taharah adalah suci dari hadats da...

THARAH

  1. THARAH
A.     Arti Tharah
Menurut bahasa: Tharah artinya suci atau bersih.
Menurut istilah:  Taharah adalah suci dari hadats dan najis.
B.     Macam-Macam Air
Air yang suci dan dapat digunakan untuk bersuci:
1.      Air sumur
2.      Air hujan
3.      Air sungai
4.      Air laut
5.      Air salju atau air es bila telah mencair
6.      Air embun
7.      Air mata air
C.     Najis
Setiap benda yang dianggap kotor oleh syari’at Islam, dan wajib dibersihkan, karena menjadi penghalang seseorang dalam beribadah pada Allah Swt.
v  Benda-benda yang termasuk najis:
1.      Bangkai
2.      Darah
3.      Nanah
4.      Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur, kecuali air mani.
5.      Anjing dan babi
“Kotor belum tentu najis, najis sudah pasti kotor”.
D.    Istinja
Bembersihkan kubul dan dubur setelah buang air kecil atau buang air besar. Istinja ini hukumnya adalah wajib.
v   Alat yang dapat dipergunakan untuk beristinja:
1)     Air
2)     Batu
3)     Benda-benda yang kasar, kesat dan suci
E.      Mandi
              Bagi orang yang akan shalat, tidak sah shalatnya jika masih mempunyai hadats besar.
              Hadats besar adalah hadats yang disebabkan oleh persetubuhan, keluar mani, haid, nifas, dan melahirkan. Hadats besar dapat dihilangkan dengan mandi junub atau janabat (mandi wajib) hokum mandi ini adalah wajib.
v  Hal-hal yang menyebabkan seseorang wajib mandi:
1)     Bersetubuh
2)     Keluar air mani
3)     Mati (meninggal) yang bukan mati syahid
4)     Selesai haid (menstruasi)
5)     Selesai nifas
6)     Wiladah
F.      Wudhu
Menurut bahasa: wudhu artinya bersih dan indah.
 Menurut istilah: whudhu adalah menggunakan air pada anggota badan tertentu dengan cara tertentu, yang dimulai dengan niat guna menghilangkan hadats kecil. Wudhu merupakan salah satu syarat sahnya shalat.
Niat wudhu:
“aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, fardhu karena Allah ta’ala”.
v  Syarat-syarat Wudhu
1)     Beragama islam
2)     Tamyiz
3)     Tidak mempunyai hadats besar
4)     Dengar air suci dan dapat mensucikan (air mutlak)
5)     Tak ada benda yang dapat menghalangi sampainya air ke kulit, misalnya getah, sisik ikan, cat dan yang sejenisnya.
v  Rukun Wudhu
1)     Niat
2)     Membasuh muka membasuh kedua tangan sampai siku
3)     Mengusap sebagian kepala
4)     Membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki
5)     Tertib (berurutan)
G.     Tayamum
Tayamum adalah menyapu debu yang suci ke muka dan dua tangan hingga siku dengan beberapa syarat tertentu.
Fungsinya adalah sebagai pengganti wudhu dalam keadaan tertentu sebagai rukhsah (keringanan) dari Allah SWT.
v  Syarat tayamum
1)     Adanya uzur karena berpergian (jika sukar memperoleh air).
2)     Berhalangan menggunakan air
3)     Telah tiba waktu shalat
4)     Telah berusaha mencari air pada saat waktu shalat tiba, tetapi tidak mendapatkannya.
5)     Dengan tanah/debu yang suci.

Kamis, 03 April 2014

ISLAM, IMAN DAN IKHSAN Oleh Rumah Qur'an Indonesia

  1. ISLAM, IMAN DAN IKHSAN
1.      Islam
Artinya: Islam yaitu enkau mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan   Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, memberikan zakat, berpuasa dibulan Ramadhan dan beribadah haji ke Baitullah jika engkau sanggup melakukan perjalanan kesana.(H.R Muslim).
Apa yang Rasulullah SAW sabdakan tersebut kita kenal dengan rukun Islam. Kita baru bisa disebut muslim yang sempurna jika bisa mengerjakan kelima rukun Islam tersebut, yaitu:
1.      Mengucapkan dua kalimat syahadat
2.      Mendirikan shalat lima waktu
3.      Membayar Zakat
4.      Berpuasa dibulan Ramadhan
5.      Beribadah haji ke Baitullah bagi orang yang mampu.
2.      Iman
Artinya: iman yaitu engkau beriman kepada Allah, para Malaikatnya, Kitab-kitabnya, para Rosulnya, hari akhir, serta engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. (H.R Muslim).
Apa yang Rasulullah sabdakan tersebut kita kenal dengan rukun Iman, kita baru bisa disebut seorang mukmin yang sempurna jika mengimani ke enam rukun iman tersebut, yaitu:
1.      Beriman kepada Allah
2.      Beriman kepada malaikat Allah
3.      Beriman kepada kitab-kitab Allah
4.      Beriman kepada Rasulullah
5.      Beriman kepada hari akhir (hari kiamat)
6.      Beriman kepada takdir Allah yang baik maupun yang buruk
3.      Ikhsan
Artinya: ikhsan yaitu engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, sekiranya engkau tidak melihatNya, ketahuilah bahwa Dia (Allah) senantiasa memperhatikanmu (HR.Muslim).
Sobat IRMAS, jika suatu saat gurumu menyuruhmu mengerjakan sesuatu, lalu kamu pun mengerjakannya dengan disakisikan olehnya, sudah dipastikan kamu akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.
Demikianlah, kesadaran bahwa kita sedang diawasi dan diperhatikan oleh orang yang menyuruh kita, akan berdampak pada kualitas pekerjaan kita, kesadaran seperti itulah tujuan dari Ikhsan. Yaitu, kesadaran bahwa Allah sedang mengawasi dan memperhatikan kita, pasti kita shalat dengan sungguh-sungguh,
Dengan kesadaran seperti itulah yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu, kesadaran bahwa Allah selalu mem,perhatikan dan mengawasi kita, kesadaran seperti ini akan membuat kita terjaga dari buatan dosa.
Kata para ulama: “untuk membangkitkan pereasaan Ikhsan dalam hati kita, sering-seringlah ucapkan tiga kalimat berikut:
Ø  Allahu ma’I (Allah bersertaku)
Ø  Allahu Nazhirun Ilayya (Allah selalu melihatku)
Ø  Allah Syahidun ‘alayya (Allah selalu mengawasiku)
Tiga kalimat yang mudah dihafal tersebut, insya Allah dapat membangkitkan kesadaran bahwa Allah dekat dengan kita, selalu memperhatikan, dan mengawasi kita. Yuk, kita ingat kalimat tiga tersebut!!!!