Senin, 05 Mei 2014
KARAKTERISTIK MAKIYAH DAN MADANIYAH Oleh Rumah Qur'an Indonesia
KARAKTERISTIK MAKIYAH DAN MADANIYAH
Para ulama telah menepatkan
karakteristik Makiyah dan Madaniyah berdasarkan pada metode perandingan (
Qiyasiy)sebagai berikut :
- Karakteristik Makiyah
Ada beberapa karakteristik yang dimiliki Makiyah diantaranya :
- Setiap surah yang didalamnya terdapat kata Kalla. Kata ini sebagian dikatakan al-Ummani,dipergunakan untuk memberi peringatan yang tegas dank eras kepada orang-orang Mekkah yang keras kepala.Di dalam Al-Al-qur’an kata Kalla disebut sebanyak 38 kali dalam lima belas surat.
- Setiap ayat yang didalmnya terdapt ayat sajdah termasuk makiyah yang menurut para ulam ada 16 ayat.
- Setiap surat yang didalanya tedpt ksah paranab dan umat umat terdahulu termsuk kiyyah,kecuali surat al-Baqoroh,dan Al Imron yag keduanya termask madaniyyah adapun surat al Ra’d masih diperselisihkan.
- Setiap surat yang didalamya terdapat kisah nabi Adam dan Iblis termasuk makiyyah,kecuali surat al-Baqoroh yang tergolong Madaniyyah
- Setiap surat yang didalamnya terdapat redaksi …….dan tidak ada redaksi …..termasuk makiyyah,kecuali surat al-Hajj,kendati dimulai dengan redaksi.
- Setiap surat yang dimulai dengan hurup bjad,alpabeth,(tahajjiy) di tetapka sebagai makiyyah kecuali surat al-Baqoroh dan Al imran.Hurup tahajji yang dimaksud,diantaranya …….dan sebagainya.
- Mengandung sruan ( nida’) untuk beriman kepada Allah dan hari kiamat dan apa-apa yang akan terjadi d akhirat.Dismping itu ayat-ayat ini menyeru untuk eiman kepada para Rosul dan Malaikat serta menggunakan argument-argumen akal ke alaman dan jiwa.
- Membantah argument-argumen kaum musyrik dan menjelaskan kekeliruan mereka terhadap berhala-berhala mereka.
- Mengandung seruan untuk berahlak mulia dan berjalan diatassariat yang hak tanpa terbius oleh situasi dan kondisi,terutama hal-hal yang berhubungan dengan memelihara agama,jiwa,harta,akal dan keturunan (al-kulliyyatal-khams)
- Terdapat banyak redaksi sumpah dan ayatnya pendek-pendek.
B. Karakteristik Madaniyyah
Sepeti halnya dalam akiyyah,madaniyyah pu memiliki karakteristik
tersendiri,diantaranya
1.Setiap surat
yang berisi hokum pidana,hokum warisan hak-hak perdata dan peraturan yang
berkaitan dengan perdata serta kemasyrkatan dan kenegaraan,temasuk madaniyyah.
2. Setiap surat
yang berisi ijin perang (jihad) urusan-urusan perang dan hukumnya,peramaian dan
perjanjian termasuk madaniyyah.
3. Setiap surat yang menjelaskan
tentang hal ihwal orang-orang munafik
termasuk madaniyyah,kecuali surat
al ‘ankabut yang di nujulkan di Makkah.Hanya sebelasayat dari ayat tersebut
yang termasuk madaniyyah dan ayat-ayat tersebut menerangkan tentang orang-orang
munafik.
4. menjelaskan hokum-hukum amaliyah dalammasalah ibadah dan
muamalah,seperti shalat,zakat,puasa,haji,qisas,talak,jual beli,riba dan
lain-lain.
5. Sebgian suratnya panjang-panjang sebagian ayatnya panjang-pankang
dan gaya
bahasanya cukup jelas dalam menerangkan hokum-hukum agama.
Pengklasifikasian surat dan ayat diatas
bukan merpakan suatu kepastian,tetapi hanya merupakan ciri-ciri lazim yang
diadopsi beasarkan kebanyakan atau kebiasaan.
Jumat, 02 Mei 2014
MEMBACA AL-QUR’AN HINGGA KHATAM Oleh Rumah Qur'an Indonesia
MEMBACA AL-QUR’AN HINGGA KHATAM
Bagi seorang
mukmin membaca Al-Qu8r’an telah menjadi kecintaannya. Pada waktu membaca
Al-Qur’an ia sudah merasa seolah-olah jiwanya menghadap ke hadirat Allah yang
Maha Kuasa ,menerima amanah dan hikmah suci,memohon limpahan karunia serta
rahmat dan pertolongan-Nya.
Membaca
Al-Qur’an telah menjadi wirid nya yang tertentu,baik siang ataupun malam.
Dibacanya halaman demi halaman,surat demi surat dan juz demi juz,akhirnya
sampai khatam (tamat). Tidak ada suatu
kebahagian di dalam hati seorang mukmin melainkan bila dia dapat membaca
Al-Qur’an sampai khatam. Bila sudah khatam ,itulah puncak dari segala
kebahagian hatinya.
Di dalam kitab ihya
‘ulumuddin ,imam ghozali mencatat beberapa hadits dan riwayat mengenai
pembacaan Al-Qur’an sampai khatam. Digambarkannya,bagaimana para sahabat dengan keimanan dan keikhlasan
hati,berlomba-lomba membaca Al-Qur’an smpai khatam,ada yang khatam dalam sehari
semalam saja,bahkan ada yang khatam dua kali dalam sehari semalam dan
seterusnya.
Di dalam sebuah
hadits yang shohih,Rasulullah SAW menyuruh Abdullah bin ‘umar supaya
mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam seminggu. Begitulah para sahabat seperti
utsman,zaid bin tsabit,ibnu mas’ud dan ‘ubay bin ka’ab telah menjadi wiridnya
untuk mengkhatamkan Al-Qur’an pada tiap-tiap hari jum’at.
Adapun mereka yang mengkhatamkanAl-Qur’an
sekali dalam seminggu, Al-Qur’an itu dibagi tujuhmenurut pembagian yang sudah
mereka atur. Utsman bin Affan Ra pada malam jum’at memulai membacanya dari
surat al-baqoroh sampai surah al-maidah,malam sabtu dari surat al-an’am sampai
surah Hud,malam ahad dari surah yusuf sampai surat maryam,malam senin dari
surat Thohaa sampai surat Thosiinmim,malam selasa dari surat al-ankabut sampai
surat shood,malam rabu dari surat Tanzil sampai surat ar-rohman dan
mengkhatamkan pada malam kamis.Tapi ibnu mas’ud lain lagi membaginya,yaitu :
hari yang pertama 3 surat,hari kedua 5 surat,hariketiga 7 surat hari keempat 9
surat,hari kelima 11 surat,hari keenam 13 surat dan hari ketujuh adalah surat yang
selebihnya sampai tamat ( khatam).
Langganan:
Postingan (Atom)